Pemateri:

Syaikh Nu’man bin Abdil Karim Al-Watr hafizhahullah

(Da’i Sektor Bimbingan dan Penyuluhan, Kementerian Wakaf dan Bimbingan – Yaman)

Penerjemah:

Ustadz Abu Yusuf Ubaid Bima hafizhahullah

Di antara nikmat Allah Ta’ala yang agung adalah Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai umat Islam.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian maka itu berasal dari Allah. Kemudian apabila kalian ditimpa kesusahan, maka hanya kepada-Nya kalian meminta pertolongan dengan sungguh-sungguh.”

(QS. An-Nahl: 53)

Dan Allah Ta’ala berfirman:

“Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.”

(QS. Ali ‘Imran: 85)

Seandainya Allah Ta’ala menghendaki, niscaya Allah menjadikan kita orang Yahudi atau Nasrani. Namun Allah Ta’ala memberikan nikmat-Nya kepada kita tanpa ada kekuatan dan daya dari diri kita sedikit pun. Allah Ta’ala menjadikan kita kaum muslimin dan meridhai agama Islam untuk kita.

Allah Ta’ala melimpahkan kepada kita nikmat yang sangat agung, yaitu mengutus kepada kita penutup para rasul dan pemimpin orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian, makhluk terbaik di antara manusia, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Ta’ala mengutus beliau dengan petunjuk dan agama yang benar serta dengan rahmat.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

(QS. Al-Anbiya’: 107)

Allah Ta’ala mengutus beliau sebagai rahmat bagi orang beriman dan orang kafir, bahkan bagi seluruh makhluk.

Dan dalam Shahih disebutkan bahwa seseorang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Wahai Rasulullah, doakanlah kebinasaan bagi orang-orang musyrik.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya aku tidak diutus sebagai pelaknat, tetapi aku diutus sebagai rahmat.”

(HR. Muslim no. 2599)