Untuk Al-Akh Royall Canofi & Seluruh Pengusaha Muslim hafizhahumullah
PERTANYAAN
Assalamualaikum warahmatullah, yaa Aba Umar. Semoga Allah senantiasa menyayangi dan memberkahi antum.
Ana punya usaha kecil-kecilan, jasa konstruksi, dengan pegawai 6 orang. Ana juga membaca buku-buku positif, namun ana terkendala menularkan visi ana kepada para pegawai.
Terasa sulit membuat duplikasi diri ana kepada mereka. Mereka sulit mengikuti visi ana. Apa karena katup ana yang mesti diturunkan sedikit? Mohon nasihatnya.
Semoga Allah senantiasa memberi taufiq atas semuanya.
JAWABAN
Wa'alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Alhamdulillah, aamiin. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala selalu memberkahi dan merahmati antum sekeluarga serta seluruh kaum muslimin.
Sungguh, pertanyaan di atas menjadi bukti bahwa seorang pengusaha (entrepreneur), selain harus memiliki MINDSET BISNIS yang benar, perlu memiliki LEADERSHIP SKILL atau kemampuan kepemimpinan dalam mengelola bisnis, termasuk karyawan-karyawannya.
Subhanallah, benar, saudaraku yang mulia serta seluruh pengusaha muslim. Hukum "KATUP" adalah hukum pertama dalam kepemimpinan.
Hukum "KATUP" berkata, "Kemampuan memimpin seseorang menentukan TINGKAT KEEFEKTIFAN hidup seseorang."
Orang yang tidak mampu membuka "KATUP" potensi dirinya, tentu akan lebih tidak mampu lagi membuka "KATUP" potensi orang yang dipimpinnya.
Untuk kondisi antum, istilahnya bukan "menurunkan katup", namun "menyesuaikan katup".
Lihatlah Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam, seorang "Leader efektif" yang dengan pertolongan Allah mampu membuka katup dan mengoptimalkan potensi ribuan sahabatnya dengan latar belakang yang berbeda dalam seluruh bidang kehidupan, termasuk bisnis.
Saudaraku yang baik serta seluruh pengusaha muslim, ketahuilah, hukum kepemimpinan yang tidak kalah penting adalah hukum "KEPERCAYAAN", di mana hukum ini berkata:
"Seorang pemimpin menemukan VISI & IMPIANNYA terlebih dulu, baru pengikutnya, sedangkan para pengikut percaya dulu sang pemimpin, baru visinya."