KISAH & INSPIRASI MENUNTUT ILMU (Seri 4)
(Al-Ustadz Luqman Ba'abduh & Pelajaran Daurah SECAPA 2010 yang legendaris)
Alhamdulillah, sebuah "Sejarah Besar" untuk pertama kalinya Daurah Asatidzah Salafiyyin berlangsung di Markas TNI AD.
Takkan terlupakan ketika Kami meminta izin Detasemen Markas & harus "Diinterogasi" para perwira intelijen untuk menjelaskan identitas Asy-Syaikh Abdullah bin Umar Al-Mar'i & Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahumallah, yang akhirnya Masyaikh bisa berjumpa Brigjen TNI Agus Gunaedi Pribadi (Komandan SECAPA/Sekolah Calon Perwira TNI AD Bandung).
Awalnya..Kami bertugas di bagian Akomodasi & Transportasi, namun sedikit 'Kisruh' di kepanitiaan, membuat Kami harus memegang tugas penuh di lapangan (mulai Acara sampai Logistik).
Momentum indah bisa berkenalan (pertama kali) dengan para Asatidzah se-Indonesia. Masih teringat ketika Rombongan Makassar datang & masuk ruang registrasi..Kami menyambut & menjabat tangan seorang yang berkata, "(Saya) Mustamin.." kemudian menyusul, "(Saya) Ibnu Yunus..dst". Maa Syaa Allah, para Gurunda Tercinta hafizhahumullah. Ustadzuna Mustamin Musaruddin, Lc (Mudir Ma'had As-Sunnah Makassar) bahkan masih menyimpan Nomor Peserta-nya "212"..hehe.
(Yang sangat berkesan di hatiku) Kami "Diculik" masuk kamar Asatidzah (Villa Masyaikh Lantai 2) untuk sedikit berbagi Ilmu Bisnis & Marketing. Masih jelas dalam ingatan, antusias & keceriaan Al-Ustadz Askari, Al-Ustadz Usamah Mahri, Al-Ustadz Abdusshomad Bawazir, Al-Ustadz M. Sarbini mendapat ilmu 3 ELEMEN MARKETING (MIND SHARE, MARKET SHARE & HEART SHARE). Sampai Al-Ustadz Qomar Suaidi berkata, "Kemana Abu Umar ? Kok menghilang..". Beliau terus mencari sampai (ikut pula belajar) masuk kamar tersebut..
(Kemudian) Setelah mendapat kabar kedatangan Al-Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi, maka Al-Ustadz Luqman Ba'abduh memberi arahan kepada Kami (melakukan ini & itu) & untuk berucap..BLA-BLA-BLA..kepada Gurunda (Sebuah "Makar" & Ucapan yang sangat kusesali seumur hidup) yang intinya Ustadz tidak boleh berjumpa Masyaikh malam tersebut. Dengan berat hati, Kami menjemput Gurunda yang sudah menunggu di Jl. Gegerkalong Girang (Persis di depan Ponpes Daarut Tauhid KH. Abdullah Gymnastiar) Bandung.
Keesokan harinya, Kami menjadi "Saksi Kunci" di tengah kemelut (peristiwa) yang terjadi. Setelah Tamu Asatidzah berdatangan, Kami (duduk di ruang tengah) melihat berkali-kali (bolak-balik) Asy-Syaikh Abdullah bin Umar Al-Mar'i mengetuk pintu kamar Al-Ustadz Luqman Ba'abduh, namun Beliau tidak mau keluar (bahkan tidak menjawab sedikit pun). Kami melihat dengan jelas "RAUT MUKA" yang penuh kekecewaan dari para Asatidzah Ahlussunnah sampai akhirnya Mereka pulang satu persatu..
Dan yang "LUARRBIASAA"-nya, persis setelah Tamu bubar (pulang) & Tim Kami masuk ruang tamu Villa Masyaikh, maka..keluarlah Al-Ustadz Luqman Ba'abduh dari "SARANG"-nya dengan penuh sumringah & menyapaku, "Kaif (Bagaimana) Abu Umar..semua aman & lancar..?!". (Subhanallah. Seperti tidak terjadi apa-apa).
Akhirnya..Kami mengumpulkan Tim (yang tersisa) di barak tentara & berkata, "Alhamdulillah, Abang sudah memilih & memutuskan..INSYA ALLAH akan berangkat ke Baji Rupa Makassar (Daurah Fiqh Nasional I 2010 Ad-Duror Al-Bahiyyah). Di sana-lah Guru kita yang sebenarnya.."..Walhamdulillah.
Alhamdulillah, cukup seri 1-4 saja..SELESAI.
(Al-Akh Abu Umar Andri Maadsa)
