(Pelajaran dari "Tahdzir" & Sikap Al-Ustadz Luqman Ba'abduh)

Alhamdulillah ala kulli hal, jauh sebelum mengenal Gurunda Al-Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi, Kami memiliki kedekatan dengan Al-Ustadz Luqman Ba'abduh bahkan berbisnis bersama dengannya..

Tahun yang bersejarah itu (ketika selesai Daurah Nasional Bantul, Jogjakarta), Bandung kedatangan Masyaikh (Pemateri) untuk pertama kalinya, yaitu Asy-Syaikh Dr. Khalid bin Dhahwi Azh-Zhafiri & Asy-Syaikh Dr. Abdullah bin Shalfiq Azh-Zhafiri (sedangkan Asy-Syaikh Dr. Abdullah Al-Bukhari pulang ke Saudi Arabia).

Maka Kami mengatur Tim, lalu menyewa sebuah Villa di Jl. Sersan Bajuri Kota Bandung dengan pekarangan yang luas. Syaikh Khalid bercengkerama, bermain bola, bahkan sempat memberi nama KUNYAH untuk Al-Akh Peri Sudrajat dengan ABU RABI (Semoga bisa meneladani Al-Muhaddits Asy-Syaikh Prof. Dr. Rabi bin Hadi Al-Madkhali dalam kebaikan) hafizhahumullah.

Malam harinya, para Masyaikh & Asatidzah turun ke kota, tersisa Al-Ustadz Luqman Ba'abduh sendirian. Tiba-tiba, Ustadz Luqman berkata kepada Al-Akh Ahmad Bamasri.., "Panggil Abu Umar, suruh dia naik ke atas (lantai 2)". Sambil memakai sarung & jaket ala tentara, Beliau berkata, "Abu Umar..duduk di sini (lantai), ada yang ingin Ana tunjukkan". Al-Akh Ahmad membawa 2 gelas susu kambing yang hangat. Ustadz Luqman berkata kepadanya," Ahmad, antum di bawah saja. Tinggalkan Kami berdua".

Dengan wajah serius, Beliau membuka sebuah laptop & mulai bercerita. Sambil memperlihatkan sebuah situs, Beliau mulai mem-"BRAINWASH" dengan halus (Step by Step selama 1 jam) yang puncaknya melarangku untuk belajar kepada Al-Ustadz Dzulqarnain (dan beberapa nama lainnya). Kami tidak puas & terus bertanya, namun Beliau tidak memberi alasannya (layaknya perintah Komandan yang tidak boleh ditolak). Kami pun turun & berkata kepada Tim yang terheran-heran melihat (wajah)-ku berubah," Abang pulang & istirahat di rumah ya. INSYA ALLAH, besok pagi balik lagi..". Luarrbiasaa !

Betapa berat ujian di hari-hari itu !

Apa yang terjadi selanjutnya ? Haruskah Kami meninggalkan Gurunda Al-Ustadz Dzulqarnain ? Atau siapkah di-tahdzir juga ?

Bersambung..(Seri 3)


Selalu Optimis & Tulus-lah Menuntut Ilmu !

Al-Akh Abu Umar Andri Maadsa

1000555539.jpg

Kumpulan CD lawas Al-Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi hafizhahullah.